Panjat Tembok Santri Tewas Tersengat Listrik

Headline

MATARANA.COM- – Naas menimpa Hafidz Ridho,  (16 tahun) alamat Desa Pule, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri

Pemuda yang sedang menuntut ilmu di Ponpes Tahfidzul Qur’ an Raden Wijaya Desa Pulosari Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo ini meninggal dunia, Sabtu (29/08/2020).

Korban meninggal dunia diduga akibat tersengat listrik saat memanjat pagar tembok pondok, sekedar ingin memesan jajan diluar pagar pondok.

Kapolsek Jambon Iptu. Nanang Budianto, SH saat dikonfirmasi awak media membenarkan adanya oranv meninggal dunia diduga karena tersengat listrik.

“Tkp di Yayasan Ponpes Tahfidzul Qur’ an Raden Wijaya Desa Sawahan Desa Pulosari  Kecamatan Jambon, Ponorogo,” ujarnya.

Kapolsek Jambon juga menjelaskan, Korban atas anam Hafidz Ridho, l29 Mei 2004), santri Alamat Desa Pule, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri.

Kronologis kejadian lanjut Kapolsek Iptu. Nanang, Sabtu  (29 Agustus 2020) sekira pukul 15.30 wib Korban sedang memanjat pagar tembok pondok dibarat mushola dengan maksud memesan jajan ke penjual jajan diluar Pondok.

“Dengan cara memanjat kolam taman yang menempel pada dinding tembok pagar tersebut. Pada saat memanjat, tangan kanan korban memegang tiang besi kanofi kolam taman tersebut, pada saat kejadian saksi yang berada tidak jauh dari korban melihat korban dalam keadaan kejang seperti kena aliran listrik dan terjatuh,” terangnya.

Kemudian saksi berusaha melihat kondisi korban dan sudah dalam keadaan meninggal dunia.

“Saksi membawa korban kedalam rumah pengasuh pondok dan selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Jambon,” terangnya.

Langkah petugas, mendatangi TKP, Melaksanakan Olah TKP, mencatat  saksi saksi, Mendatangkan unit identifikasi Polres Ponorogo, Mendatangkan tim kesehatan Puskesmas Jambon,  Memintakan VER dan Menyerahkan jenazah kepada keluarga.

“Barang bukti  yang diamankan petugas, Kabel listrik dalam keadaan terkelupas pada bagian yang menempal pada tiang, Sarung warna putih, Kaos warna hitam dan Kain surban warna hitam,” ucapnya.

Ciri ciri korban tambah Kapolsek,  Laki laki, Panjang mayat 167 cm, Rambut hitam lurus, Memakai kaos warna hitam, Memakai sarung warna putih, Memakai surban wana hitam, Luka bakar pada sela ibu jari dan telunjuk tangan kanan, Kemaluan tidak mengeluarkan sperma, Anus tidak mengeluarkan faeses.

“Tidak ditemukan tanda tanda kekerasan/aniaya pada diri korban,” jelasnya.

Atas kejadian itu, Keluarga korban menyatakan kejadian tersebut bisa menerima sebagai musibah dan membuat surat pernyataan. (mny)

Facebook Comments