Lukisan Ampas Kopi Bernilai Puluhan Juta

Headline

PONOROGO,- Jika kebanyakan orang melukis dengan menggunakan cat air ataupun cat minyak, Imam Subandi, seniman lukis asal Ponorogo ini memilih ampas kopi. Sejak dua tahun terakhir, dia mantab menekuni lukisan dengan ampas kopi. Meski hanya satu warna, teknik melukis menggunakan ampas kopi terbilang lebih sulit jika dibandingkan dengan,  menggunakan cat minyak. Tidak heran, lukisan yang lahir dari ide cerita pewayangan dan kearifan lokal itu memiliki nilai jual hingga Rp 30 juta.

“Satu cangkir ampas kopi bisa untuk 2-3 lukisan,” tutur Imam yang bertempat tinggal di jalan Menur, Kelurahan Ronowijayan, Kecamatan Siman, Ponorogo.

Memilih ampas kopi sebagai bahan lukisannya karena murah dan mudah didapat. Ia ingin menunjukkan pada generasi muda yang suka menggambar dan kesulitan bahan karena harga cat dan kanvas yang mahal, ampas kopi bisa menjadi alternatif. “Meski hanya terbuat dari ampas kopi, tapi mampu bertahan hingga bertahun-tahun,”imbuhnya.

Lanjutnya, ampas yang dipakai untuk melukis, tidak boleh sembarangan harus yang pekat dan teksturnya halus. Terkadang karena pesanan lukisan banyak dan ampas kopi sedikit, ia tak sungkan meminta ampas dari warung kopi milik temannya.

“Untuk lukisan ampas kopi ukuran A3 dalam satu jam bisa langsung selesai asalkan sketsa sudah jadi. Sedangkan, ukuran yang lebih besar bisa sampai dua hari,”pungkasnya. – (foto : kids)

Facebook Comments