Berbagi Cerita Ramadhan Di Makkah

Budaya

MAKKAH, – Menjadi hal yang sangat istimewa, jika dapat menjalankan ibadah puasa ramadhan di Makkah Al Mukarramah, Saudi Arabia. Seperti yang dialami oleh Hikmah warga negara Indonesia, yang pada saat puasa pertama sedang berada di tanah suci, karena sedang menjalankan ibadah umroh. Perempuan pegiat anak ini ingin berbagi cerita puasa ramadhan di rumah Tuhan.

Merasakan nikmat dan haru bisa iftar di Masjidil Haram bersama umat muslim dari segala penjuru dunia. 1,5 jam menjelang adzan maghrib (Adzan pukul 18.50 waktu Makkah) sudah sulit mendapatkan barisan atau sof, karena sudah penuh dan akhirnya menempati lantai paling atas dari Masjid termegah ditumur tengah tersebut, “Sebenarnya saya dan ibu sudah berangkat sebelum menjelang adzan magrib, namun tetap saja tidak mendapatkan tempat, didalam masjid, hanya dapat dilantai paling atas tanpa atap,”ujarnya.

Terlihat petugas masjidil haram sudah menyiapkan alas ta’jil, yaitu beberapa plastik panjang yang dibentangkan di barisan sof, mendekati adzan. Selain itu petugas juga membagikan kurma kepada setiap jamaah dan menawarkan kopi ” qohwah yaa hajjah” sambil menuangkanya digelas plastik kecil sekali pakai.”Selain petugas tidak sedikit para jamaah lain menawarkan makanan ringan yang dibawa,”imbuhnya.

Setelah berbuka para petugas membersihkan las ta’jil dan mengumpulkan sampah dari semua jama’ah. Sehingga masjid betul-betul terjaga kebersihanya. Kemudian dilanjutkan solat maghrib berjamaah, sekaligus menunggu waktu isya’ dilanjutkan solat tarawih berjama’ah. “Saat tarawih bacaan imam sangat syahdu, tartilnya bagus dan ayatnya sanngat panjang sekali, akan tetapi kami menikmati semua itu,”ungkapnya.

Puasa ramadhan ditengah terik matahari dengan suhu 41 derajat celsius di Saudi Arabia menjadi pengalaman yang sangat berharga. Meski awalnya kami ragu apakah bisa menjalankan puasa penuh atau tidak, namun ternyata semua begitu mudah kami lalui dan bisa menjalankan semua ibadah dengan baik.- (foto; nik)

Facebook Comments